Blow-Up

Blow-Up

Bilangan 13:25-14:4

Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, …
Bilangan 13:32

Jangan pernah remehkan blow-up! Sesuatu yang diblow-up ke publik biasanya selalu dipercayai sebagai kebenaran, entah hal tersebut benar-benar benar atau hanya sekadar mitos saja. Saat Anda berada di tengah laut, ancaman apa yang paling Anda kuatirkan? Banyak orang takut kalau saat tercebur ke laut lalu datang hiu memangsa. Padahal, boleh percaya boleh tidak, angka kematian manusia akibat tertimpa buah kelapa ternyata 12 kali lebih banyak daripada kematian akibat serangan hiu. Konyol, bukan? Mengapa kita selalu berpikir bahwa saat berada di laut ada banyak hiu yang siap menyerang kita? Karena kita terlalu sering melihat film hiu ganas, mulai dari Jaws yang dibuat sekuelnya sampai Deep Blue Sea yang menegangkan itu.

Saat anak saya terkena sariawan, banyak orang berkata bahwa itu Virus Singapore. Mengapa? Karena memang virus Singapore yang memiliki ciri-ciri mirip sariawan itu sedang “naik daun” dan ramai dibicarakan. Itulah blow-up! Hal ini kerap dijadikan senjata bagi pialang saham untuk mengeruk keuntungan, yaitu dengan sengaja memblow-up berita buruk begitu rupa hingga membuat banyak orang panik dan ramai-ramai menjual sahamnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan, para pialang cerdik itu langsung membeli saham dengan harga super murah. Beberapa waktu kemudian, pialang saham tersebut memblow-up pasar dengan berita baik, memberikan harapan-harapan baru, memberikan indikasi pasar saham dalam kondisi bagus, dan memberikan sentimen positif. Apa yang terjadi kemudian? Publik ramai-ramai membeli saham, tentu saja pialang saham ini dengan senang hati melepaskan saham yang dulu dibeli dengan harga super murah.

Hati-hati dengan blow-up, apalagi kalau berita itu bersifat negatif. Itu hanya membuat kita lemah, takut, cemas, dan jadi frustasi. Buat apa mempercayai berita-berita yang tidak memberikan manfaat positif? Bahkan sekalipun berita yang digonjang-ganjingkan itu benar adanya, kita harus punya filter hikmat untuk menjaga diri tetap positif. Ingat, berita buruk bisa membawa kehancuran suatu bangsa. Tanya saja kepada bangsa Israel saat mereka mendengar berita busuk dari 10 pengintai. • Kwik

Bersikaplah positif saat mendengar hal-hal negatif sedang ramai dibicarakan.