Dipersulit

Dipersulit

Efesus 4:17-32

dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.
Efesus 4:27

Kita tentu tidak asing lagi dengan ungkapan: “Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah?” Di mana kita sering menemui hal seperti ini? Atau mungkin kita pernah punya pengalaman seperti ini? Kita mencoba mengurus sebuah perizinan atas usaha kita, lalu seperti biasa, urusan yang sebenarnya mudah untuk diselesaikan tetapi malah menjadi sulit, berbelit-belit dan menyita banyak waktu kita. Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah? Akibatnya, kita pun harus merelakan sejumlah uang yang diminta supaya urusannya jadi mudah.

Lihatlah pengalaman negatif itu menjadi hal yang positif! Ya, penyakit mental seperti ilustrasi di atas sebenarnya bisa diaplikasikan menjadi hal yang positif. Jika kita ingin bertumbuh menjadi pribadi yang matang dan efektif, jangan berikan kemudahan pada hal-hal negatif dalam diri kita. Misalnya, jika kita adalah seorang yang cenderung kehilangan kepercayaan diri, tentu apapun yang kita lakukan juga tidak baik hasilnya. Maka satu-satunya cara supaya kita memperoleh hasil baik dari pekerjaan kita adalah dengan mempersulit kemunculan rasa kurang percaya diri itu. Sederhana bukan?

Kebiasaan-kebiasaan negatif apa saja yang harus kita persulit dan tidak boleh dipermudah kemunculannya? Pertama, pikiran yang negatif. Pikiran seperti ini sangat berbahaya dan akan selalu menghambat kemajuan hidup kita. Selama kita terus mempermudah kehadirannya, maka hal-hal negatif pun akan terus menhampiri kita. Kedua, rasa malas. Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatau yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Orang yang malas adalah orang yang kehilangan motivasi untuk bekerja. Apalah arti punya mimpi besar kalau ia mempermudah kemalasan muncul dalam dirinya? Ketiga, kemarahan. Orang yang tidak bisa mengendalikan kemarahannya akan menderita kerugian besar. Ia bisa saja kehilangan akal sehat dan kontrol diri. Keempat, rasa takut. Karena takut, orang tidak berani melangkah. Karena takut, orang tidak berani mencoba dan berusaha kembali. Jadi apakah seorang penakut bisa sukses? Jika ingin berhasil, persulitlah pikiran negatif, rasa malas, kemarahan, dan rasa takut. • Sys

Selamat mempersulit hal-hal yang tidak perlu dipermudah!