Fokus yang Keliru

Lukas 12:13-33

Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
Lukas 12:23

Dalam sebuah penerbangan, dua orang turis transit selama 9 jam di kota New York. Maka untuk mengisi waktu, mereka pun memutuskan menyewa taksi dan berkeliling menikmati pemandangan kota metropolitan itu. Sopir taksi yang baik hati membawa mereka berkeliling melewati objek-objek menarik di New York sambil menerangkannya satu persatu. Namun, sepanjang perjalanan, kedua turis itu hanya memandangi si sopir dari belakang sambil senyum-senyum. “Lihat, sopir itu memakai bajunya terbalik.” bisik salah satu turis kepada rekannya. Ya, kedua turis itu telah melewatkan pemandangan menarik kota New York hanya karena lebih fokus pada sesuatu yang tidak penting, baju si sopir yang terbalik.

Bukan kebetulan jika Yesus memberikan pengajaran mengenai kekayaan dan kekhawatiran secara berturut-turut. Dua hal ini sama-sama bicara tentang harta benda alias mamon. Yang pertama, Yesus memberikan perumpamaan tentang orang kaya yang merasa begitu puas karena merasa sudah sangat kaya. Dan selanjutnya, Yesus bicara tentang kekhawatiran hidup yang pastinya sering dialami para murid yang mayoritas adalah orang miskin. Kalau boleh diringkas dalam satu kata, apa yang diajarkan Yesus tentang harta sebenarnya hanya satu: fokus.

Menjadi orang Kristen adalah tentang mengubah fokus. Dari fokus kepada perkara duniawi kepada perkara-perkara yang di atas. Fokus bukan berarti meniadakan yang lain. Tapi, Yesus berkata, “carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” (Luk. 12:31). Fokus adalah tentang menentukan prioritas dan tujuan. Jika kita tahu bahwa ada hal-hal terbaik telah Tuhan siapkan asal kita hidup taat pada perintah-Nya, maka betapapun menariknya tawaran dunia, pastinya kita akan lebih memilih hidup untuk mengejar yang terbaik. Itulah fokus hidup orang Kristen. Apakah sebagai orang Kristen, kita masih memiliki fokus yang salah? Apakah ibadah kita lakukan masih demi mengejar berkat jasmani dan bukan kesempurnaan di dalam Dia? Mari ubah fokus kita! • Arie

Fokus hidup kita adalah untuk taat kepada Dia