Jangan Menoleh ke Belakang

Jangan Menoleh ke Belakang

1 Korintus 1:27-31

dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 1 Kor. 1:28

Kalau kita pengen maju, jangan terlalu sering menoleh ke belakang. Semua orang punya pengalaman kegagalan, dan semua orang tentunya pernah menyesal dan kecewa kepada dirinya sendiri. Tapi entah seberapa buruk kita telah gagal, kalau kita datang kepada Tuhan dan diubahkan maka hanya ada satu saran yang harus selalu kita ingat: Jangan menoleh ke belakang. Bayangkan seandainya Musa terus menoleh ke belakang, maka ia tidak akan bisa memimpin bangsa Israel sampai ke Kanaan. Musa punya masa lalu yang buruk. Ia punya catatan kriminal yang memalukan. Namun ketika Musa berjumpa dengan Tuhan, seluruh hidupnya diubahkan. Tuhan tidak memperhitungkan Musa sebagai seorang pembunuh, melainkan sebagai sahabat karib-Nya.

Paulus juga sama aja. Paulus membunuh dan menyiksa jemaat Kristen waktu itu. Bahkan dia bangga banget dengan apa yang dilakukannya itu. Barangkali dia pantas disamakan seperti teroris masa kini yang justru bangga bila sudah mengeksekusi orang-orang yang dianggap sebagai musuhnya. Dia merasa hebat sudah melakukan dosa, bahkan mengira akan mendapatkan pahala. Namun ketika berjumpa dengan Yesus di tengah perjalanan menuju ke Damsyik, Tuhan mengubah Paulus. Sampai-sampai ia berkata,” Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” (Fil.3:7) Tuhan mengubah seorang pembunuh menjadi seorang rasul yang paling banyak menuliskan kitab Perjanjian Baru.

Seandainya Musa dan Paulus menoleh ke masa lalu mereka, dan menyerah di tengah jalan – ketika menghadapi tantangan, bisa saja mereka berkata,”Ini terlalu sulit buatku. Aku enggak sanggup. Aku kan memang dari dulu udah brengsek. Aku enggak mungkin bisa berkenan di hadapan Tuhan…” Maka hari ini kita tidak akan pernah mendengar lagi nama mereka dalam sejarah. Girls, kadang kala ketika kita gagal, kita pengen menoleh kembali ke belakang. Aku udah enggak virgin lagi, makanya aku enggak mungkin bisa pacaran dengan bener. Aku memang dari keluarga berantakan, makanya mustahil aku bisa hidup baik seperti orang lain. Hey, stop that! Kalo Tuhan sudah mengubahkan kita, maka kita enggak perlu lagi diboongin Iblis dan diintimidasi dengan kehidupan lama kita. Lihatlah apa yang Tuhan sediakan di hadapan kita. Raihlah semua hal itu karena Tuhan akan menjadikan hidupmu menjadi berkat bagi banyak orang, bila kamu terus berpegang pada-Nya. *tms