Knowledge & Truth

Knowledge & Truth

Amsal 4:1-13

Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
Roma 1:22

Seorang pemuda ingin belajar seluk beluk batu jade (giok) kepada seorang ahli jade. Di hari pertama, ahli itu menaruh sebuah jade ke tangan pemuda itu dan memintanya untuk terus menggenggamnya. Seharian itu, ahli jade itu bicara tentang berbagai hal; seni, filsafat, sastra, olah raga, wanita, alam, dll. Anak muda itu hanya mendengarkan saja. Hari demi hari, sampai seminggu sudah anak muda itu datang tiap hari dan diminta melakukan hal yang sama. Sementara si ahli terus bicara ke sana kemari. Pemuda itu mulai kesal. Ingin rasanya ia bertanya, “Hey, kapan kita bicara tentang jade??” Tapi, anak muda itu sungkan mengatakannya. Hari ke delapan, si ahli jade meminta pemuda itu menggenggam sebuah batu berkilat. Dan saat itu juga, anak itu segera protes, “Lho, ini kan bukan giok, Pak!” Meski kedua batu itu amat mirip, anak itu kini sudah bisa membedakan hanya dengan memegangnya.

Knowledge is power. Pengetahuan adalah kekuatan. Oleh sebab itulah kita membaca, mencari tahu, mengamati, belajar, dan juga mendorong orang lain untuk belajar. Tapi sesungguhnya, apakah tujuan kita belajar? Apakah untuk sekadar tahu? Ataukah agar kita menjadi serba tahu? Sebuah artikel menarik menulis bahwa dalam proses belajar, ada tiga tahapan yang akan dilalui seseorang. Tahap pertama adalah, kita belajar memberi jawaban yang tepat. Kedua, kita belajar memberi pertanyaan yang tepat. Sedang tahap ketiga, kita belajar membedakan mana pertanyaan yang layak ditanyakan. Mengetahui mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak perlu dilakukan, itulah sebenarnya tujuan utama dari belajar.

Di zaman ketika informasi begitu melimpah seperti saat ini, hal ini juga relevan. Pengetahuan harusnya membuat kita untuk makin bisa memilah mana yang merupakan kebenaran, bukannya malah terombang-ambing dalam berbagai rupa pengajaran (Ef. 4:14). Sama juga dalam karier dan perjalanan meraih sukses. Ada banyak pendapat, teori, dan falsafah sukses yang ditawarkan pada kita. Tapi pertanyaannya: mana yang selaras dengan kebenaran firman Tuhan? Pastikan pembelajaran dan pengetahuan yang kita dapat adalah yang menuntun kita pada kebenaran.• Arie

Pengetahuan tanpa kebenaran adalah kebodohan