Mengalah?

Mengalah?

Roma 12:9-21

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Roma 12:18

Di sebuah padang rumput, mengalirlah sebuah sungai yang membelah padang rumput tersebut menjadi dua, yaitu bagian barat dan timur. Dua bagian padang itu dihubungkan oleh sebuah jembatan kecil. Suatu hari, seekor domba dari arah barat ingin pergi ke arah timur. Pada saat bersamaan, dari arah timur seekor keledai juga sedang menuju ke arah barat. Mereka baru sadar setelah keduanya bertemu di tengah jembatan. Namun, mereka berdua tidak dapat lewat karena jembatan tersebut terlalu kecil. Harus ada salah satu diantara mereka yang mengalah. Setelah berpikir sejenak, akhirnya si domba berkata, “Keledai, aku akan membungkukkan diriku, setelah itu kau dapat melangkahi tubuhku..” Akhirnya mereka dapat melanjutkan perjalanan masing-masing.

Domba dalam kisah di atas mengingatkan kita bahwa sikap mengalah dalam menjalin suatu hubungan akan mempermudah segala sesuatunya. Bila kita melihat di sekeliling kita, terlalu banyak orang egois, yang selalu ingin didahulukan dan diperhatikan. Berapa banyak bus-bus yang mengalami kecelakaan lalu-lintas, karena tidak mau mengalah dan saling mendahului dengan kendaraan lain. Berapa banyak pula konflik yang terjadi dalam pekerjaan dan pelayanan muncul karena kita tidak mau mengendalikan diri dan mengutamakan orang lain. Mengalah memang sebuah tindakan yang tidak mudah dilakukan, bahkan cenderung dikatakan perbuatan yang lemah. Tetapi, jika di kantor, gereja, atau di manapun, tidak ada orang yang mau mengalah, semua hanya memikirkan dirinya sendiri, bisa dipastikan tidak akan ada kedamaian dan sukacita di tempat itu.

Pekerjaan sebagus apapun akan segera menjadi neraka jika di dalam hubungan dengan rekan hanya ada saling sikut dan menjatuhkan. Rasul Paulus mengingatkan, “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” (I Kor. 14:33). Oleh sebab itu, sebagai anak Tuhan, di manapun kita berada, berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan mintalah Roh-Nya memberi kesabaran dan kasih agar dapat menyingkirkan tiap ego kita. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena kita akan disebut anak-anak Allah. Anda siap? • Imelda

Diperlukan dua orang untuk menciptakan sebuah konflik, jangan biarkan diri Anda menjadi salah satunya