Renungan Kristen Spirit


Renungan Harian Kristen - 24 Juli 2014

Berjumpa dengan Tuhan

Bacaan: Matius 25:31-46

Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan... - Matius 25:37


Begitu sulitnya menemukan Tuhan, demikianlah banyak orang religius berkata. Itu sebabnya untuk mencari Tuhan banyak orang pergi ke gua-gua. Berpikir bahwa di tempat yang sunyi sepi maka mereka akan menemukan Tuhan. Hanya dengan menyendiri dan mengasingkan diri dari dunia ini, maka barulah manusia akan menemukan Tuhan. Setujukah Anda dengan pendapat ini? Banyak dari antara kita mungkin tidak sepaham dengan pendapat itu. Karena kita berpikir kalau mencari Tuhan tempatnya adalah di gereja. Hanya hal yang mengherankan kadangkala terjadi, kita sepertinya juga tidak menemukan Tuhan di gereja. Lalu dimanakah Tuhan? Kapan Ia menyatakan diriNya kepada kita.

Kita mencari Tuhan, padahal Tuhan ada dimana-mana. Bukankah Tuhan adalah maha hadir? Tuhan juga selalu menyatakan diriNya kepada kita. Setiap saat kita melihatNya. Hanya karena mata hati kita buta, maka kita tidak melihatnya. Setiap saat sebenarnya kita merasakannya. Hanya karena kulit kita telah menebal, maka kita tidak peka dan tidak merasakanNya.

Kita mencari Tuhan di gereja yang bersih, padahal kadangkala Tuhan bisa dijumpai di tempat-tempat yang kumuh dan kotor. Kita mencari Tuhan di tempat yang mewah, padahal kadangkala Tuhan berada di kolong jembatan. Ingin saya sebutkan lebih spesifik? Tuhan berada di rumah sakit, kamar isolasi tepatnya dengan tulisan cukup jelas untuk dibaca : penderita AIDS. Tuhan kadangkala menyatakan diriNya sebagai seorang pengemis yang kelaparan dan kehausan. Tuhan kadangkala menyatakan diriNya sebagai orang asing yang tak punya tumpangan. Bahkan kadangkala Tuhan menyatakan diriNya di dalam penjara.

Bukankah Matius 25 tentang penghakiman terakhir menyatakan semuanya itu dengan jelas? Ya, Tuhan seringkali menyatakan diriNya di dalam diri orang yang dibuang dan terpinggirkan. Ibu Teresa berjumpa dengan Tuhan ketika ia menyusuri lorong-lorong kumuh Calcuta dan merawat mereka yang terabaikan dengan kasih. Lady Diana berjumpa dengan Tuhan ketika ia memberikan sentuhan penuh kasih kepada mereka yang menderita kusta. Apakah kita juga ingin berjumpa dengan Tuhan? Buka mata hati kita. Pertajam kepekaan kita. Bagikan kasih kepada mereka yang terabaikan, saat itulah kita akan menemukan Tuhan.

Bagikan hidup kita kepada orang-orang yang menderita dan terabaikan.



(Kwik)

» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetak dari renungan di atas dengan cara mengisi formulir pemesanan.
SPIRIT JUNIOR AGUSTUS 2014
"Saling Mendukung"
Bonus :
Buku Sehat


SPIRIT AKTIVITAS AGUSTUS 2014
"Bangga Jadi Anak Indonesia"
Bonus :
Kwartet Seri 2


RENUNGAN SPIRIT AGUSTUS 2014
"Hope for The Land"
Bonus HandBook:
Optimis untuk Bangsa


SPIRIT MOTIVATOR AGUSTUS 2014
"Work + Pray = It Works!"
Bonus SmartBook:
Prayer Matters

SPIRIT GIRLS AGUSTUS 2014
"Ups and Downs"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN AGUSTUS 2014
"Simple Faith, Great Miracle"
Bonus:
Adakah Iman di Hatiku?


SPIRIT NEXT AGUSTUS 2014
"Peace for The Country"


SPIRIT PENUAI AGUSTUS 2014
"Sahabat Orang Berdosa"
Bonus: Menjangkau yang Hilang
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik