Saat Kita Marah

Saat Kita Marah

Efesus 4:26-27

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Amsal 16:32

Sebagai seorang wanita sekaligus orang tua, kemarahan tentu bukan hal yang jarang terjadi. Kita sering kali marah karena ulah anak-anak kita. Kita menjadi marah karena hal-hal yang terjadi di tengah keluarga kita. Kita sering kali marah karena banyak hal! Ketika kemarahan itu terjadi, tak jarang pula kita bertanya-tanya (tentu dalam kapasitas sebagai orang Kristen): “Apakah kemarahan saya adalah sebuah tindakan dosa?” Apakah Anda pun sedang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama? Bukankah beberapa bagian dalam Alkitab juga menyebutkan supaya kita jangan menjadi marah?

Tidak! Marah bukanlah sebuah tindakan dosa. Jika kita menganggap bahwa kemarahan adalah dosa, maka bukankah juga berarti Allah juga berdosa? Banyak bagian-bagian dalam Alkitab pun mencatat tentang kemarahan dan kemurkaan Allah ketika melihat umat-Nya tidak setia, tidak taat, dan selalu berbuat dosa. Allah marah, namun pengampunan tetap tersedia untuk mereka. Kemarahan adalah emosi pemberian Allah. Kemarahan bukanlah kejahatan atau emosi yang merusak.

Kemarahan bisa membuahkan dosa ketika kita meresponi emosi kemarahan itu dengan cara-cara yang mengarah pada dosa. Itulah salah satu alasan mengapa Alkitab mengingatkan kita supaya kita tidak lekas untuk menjadi marah. Namun, kita dapat menggunakan kemarahan itu secara positif yaitu dengan cara memahaminya sebagai emosi pemberian dari Allah.

Sekalipun kita tidak selalu bisa mengendalikan kapan atau bagaimana kita mengalami kemarahan, tetaplah percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan, kita bisa belajar untuk mengendalikan dan mengungkapkan emosi kemarahan kita dengan cara yang positif. Terkadang kita perlu marah kepada anak-anak untuk mengajar dan mendidik mereka dalam kebenaran. Terkadang kita meluapkan emosi kita terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran Allah. Jadi, kita tidak perlu menjadi takut tatkala kita mampu memakai emosi pemberian Allah itu untuk maksud-maksud yang benar. Marahlah, tapi di saat yang tepat, untuk alasan yang tepat, dan dengan cara yang tepat! *sys

Kemarahan adalah emosi pemberian Allah, maka responlah dengan cara yang tepat.