Are We All Sinners?

RH Spirit Next 01 April 2020

Lukas 5:31-32

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Roma 3:23-24

 

Adakah di antara kamu yang merasa kalo dirimu adalah orang yang sama sekali nggak pernah berbuat dosa? Sebaik apa pun kepribadian kita, sesering apa pun kita berbuat baik pada sesama, sebanyak apa pun persembahan yang kita berikan bagi Tuhan, itu nggak akan pernah bisa menghapus kenyataan bahwa diri kita adalah orang berdosa. Kenapa begitu? Karena jelas-jelas fir-Tu berkata bahwa di muka bumi ini selain Yesus, nggak ada seorang pun yang nggak berdosa (1 Pet. 2:2). Lalu gimana dengan tokoh-tokoh Alkitab seperti Ayub dan Nuh yang hidup dalam ketaatan kepada Tuhan? Apakah mereka juga termasuk orang berdosa? Alkitab mengatakan kalo mereka adalah orang-orang yang saleh, yang selalu berusaha memelihara perintah Tuhan, sehingga mereka dapat dianggap orang yang dibenarkan Tuhan. Meski begitu, tentu nggak ada seorang pun yang bisa memenuhi secara sempurna semua perintah Tuhan, karena itulah semua orang disebut orang berdosa.

Sekarang pertanyaannya; kalau semua orang berdosa, berarti nggak ada seorang pun manusia di muka bumi ini yang layak di hadapan Tuhan dong? Tenang aja, justru karena itulah Allah mengutus Putra-Nya yang tunggal turun ke dunia. Dalam ayat bacaan tadi kita bisa menemukan tujuan dari kedatangan Yesus ke dunia, yaitu mencari orang berdosa, bukan ‘orang benar’. Orang berdosa membutuhkan Yesus sama seperti orang sakit memerlukan dokter. Cuman Yesus yang mampu menyembuhkan penyakit dosa. Ia dapat melakukan apa yang nggak mungkin dilakukan manusia.

Selanjutnya, apa yang harus kita lakukan supaya kita manusia berdosa ini menjadi layak di hadapan Tuhan? Salah satu hal yang pertama kali wajib kita lakukan adalah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita. Karena Yesus adalah jalan satu-satunya kita memperoleh keselamatan kekal. Selanjutnya, datanglah pada Yesus untuk bertobat dan mengakui status kita sebagai orang berdosa, mengimani kalo kalo nggak ada usaha manusia yang bisa menghasilkan keselamatan, serta berserah penuh kepada-Nya melalui iman untuk mendapat keselamatan. Mungkin kita merasa diri kita masih muda sehingga kita pikir nggak apa-apalah menunda pertobatan. Tapi inget Guys, nggak ada yang tahu berapa lama waktu yang diberikan bagi kita untuk bertobat. So, daripada menyesal di kemudian hari, kenapa nggak bertobat mulai dari sekarang? • Vian

“Orang sakit seharusnya mencari dokter, demikian juga orang berdosa seharusnya mencari Tuhan.”
Russell D. Moore – Penginjil

Membuat Keputusan Keuangan

Maret 31, 2020

Ribet atau Teliti?

Maret 31, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *