Belajar Bersyukur

Kejadian 8:1-22

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Tesalonika 5:18

Warga dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, mempunyai satu kearifan lokal yaitu tradisi Aum Panen. Ini adalah tradisi perayaan syukur dan kegembiraan dari musim panen padi yang baru saja mereka lalui. Warga mengadakan pertunjukan wayang kulit selama sehari dan mengadakan pesta sederhana, yang makanannya disantap bersama-sama. Tradisi ini diadakan setiap Kamis Wage, pada bulan Rajab atau Ruwah. Sekitar satu bulan sebelum panen, tradisi ini diawali dengan meletakkan sesaji di sawah-sawah. Ritual ini tak hanya sekadar meminta berkah agar panen melimpah, tapi juga sebagai bentuk ucapan syukur agar di masa mendatang warga dusun itu terhindar dari bencana. Yang menarik, tahun 2000 silam hampir seluruh warga gagal panen, tapi tradisi Aum Panen tetap dilaksanakan. Padahal, untuk keseluruhan acara ini, tiap keluarga menghabiskan uang sekitar Rp 150.000, ditambah lagi mereka harus mengumpulkan beras sebanyak 3 kg yang digunakan untuk membayar dua dalang yang mementaskan wayang kulit.

Untuk menunjukkan bahwa kita berterima kasih atas segala sesuatu yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita, Tuhan tak pernah meminta syarat atau ritual rumit untuk kita lakukan. Tuhan hanya ingin kita mengucap syukur dalam segala hal baik melalui ucapan maupun tindakan kita. Contoh tindakan sederhana bahwa kita mengucap syukur adalah kita tetap semangat bekerja walaupun beberapa pelanggan membuat kita jengkel, atau tadi pagi saat berangkat bekerja ban kendaraan bocor sehingga kita terlambat masuk kerja. Nuh adalah teladan yang baik dalam masalah mengucap syukur. Sebelum air bah, selama seratus tahun Nuh membangun bahtera di tengah cemoohan. Dan selama dunia ditengelamkan air bah, Nuh harus hidup berbulan-bulan bersama segala jenis binatang. Coba Anda bayangkan hidup dalam kondisi Nuh, di mana Anda harus mengurusi banyak sekali binatang yang pasti berisik dan bau. Namun, kita lihat bagaimana Nuh mengucap syukur sehingga Tuhan berjanji takkan lagi membinasakan bumi. Mengucap syukur itu baik untuk jasmani maupun rohani kita, oleh karena itu belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan. • Richard

Tuntutan Tuhan adalah agar kita bisa mengucap syukur dalam keadaan baik dan buruk

Kristen Kelapa

Januari 30, 2017

Menjadi Pemimpin

Januari 30, 2017