Yesaya 1:1-31
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Yesaya 1:18
John Newton dilahirkan pada abad ke-18 di Inggris dalam sebuah keluarga yang saleh. Namun, dalam perjalanan hidupnya, John Newton memutuskan pergi meninggalkan rumah. Pada saat itulah, ia terlibat dalam pergaulan buruk. Ia tak pernah lagi ke gereja, semua ajaran Kristen yang pernah diterima menjadi hilang tak berbekas. Ia meninggalkan imannya pada Kristus. John memutuskan menjadi pelaut. Pengalaman saat menjadi pelaut ini menggiringnya pada profesi yang tidak berperikemanusiaan, jual beli budak
Akan tetapi, entah bagaimana, suatu saat ada kerinduan yang dalam dalam diri John untuk kembali ke rumah. John pun menumpang kapal menuju Inggris. Dalam perjalanan pulang, kapal yang ia tumpangi hampir tenggelam. Ia ketakutan luar biasa. Ia pikir itulah akhir hidupnya. Namun, Tuhan masih menolong dan memperkenankannya hidup. Dari sanalah, John Newton meyakini kebaikan Tuhan atas hidupnya. Ungkapan perasaan atas kemurahan Tuhan itu ia tuangkan dalam syair lagu Amazing Grace. Dalam lagu itu, ada kalimat yang berkata, “Dahulu aku sesat, kini ditemukan”. Inilah gambaran diri John Newton sebagai pendosa yang akhirnya diampuni Tuhan.
Siapa pun kita, bagaimanapun masa lalu kita, saat kita berbalik meninggalkan dosa, Tuhan pasti mengampuni. Itulah janji firman Tuhan. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yes. 1:18). Tuhan selalu siap mendandani siapapun yang hidupnya rusak. Di tangan Allah, pribadi yang rusak parah sekalipun, sama sekali bukan perkara yang sukar untuk diperbaiki. John Newton moralnya rusak, tapi bukan berarti tidak ada harapan untuk menjadi lebih baik. Saat ia meletakkan dirinya di tangan Sang Penjunan, hidup yang rusak itu pun diambil alih dan diperbaiki kembali. Syaratnya hanya satu, Dia bersedia memperbaiki hidup kita, asal kita mau membuka hati pada-Nya. Mari ambil keputusan Anda hari ini. • Ama Calista
Hidup yang rusak, Allah yang ahli memperbaikinya