Berhenti Menjadi Pendiam

RH Spirit Motivator 01 Agustus 2025

Matius 5:14-16

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Matius 5:15

 

Waktu saya sekolah, entah dari mana munculnya ada anggapan bahwa murid pendiam pasti pintar. Tentu itu tidak selalu tepat. Memang, beberapa juara kelas cenderung lebih tenang dan bukan yang suka menceletuk saat pelajaran, misalnya. Tapi, ada juga yang tidak. Ada juga juara kelas yang suka bercanda dan banyak temannya. Murid pendiam tapi nilainya kurang pun ada. Beda di sekolah, beda lagi di tempat kerja. Di tempat kerja, kita justru akan sulit sukses jika hanya diam!

Linda Raynier, seorang ahli strategi karier, berkata pendiam di tempat kerja, yang berpikir biarlah hasil kerjanya yang bicara, biasanya kariernya hanya mentok di level manajer menengah. Ia ibarat penyanyi yang tak mau bernyanyi memakai mikrofon. Ia tetap bernyanyi, suaranya tetap merdu tapi yang bisa mendengar dan tahu kualitas suaranya hanya terbatas. Berani bicara dan mengemukakan pendapat adalah cara terbaik supaya orang tahu kualitas kita. Sebagian orang juga berpikir diam di tempat kerja itu lebih aman karena jika banyak menyatakan pendapat, ia takut akan dianggap sombong, dan jika banyak bertanya ia takut dianggap bodoh. Di budaya Timur apalagi. Pemikiran seperti itu masih cukup banyak. Kita juga harus sadar bahwa saat ini, kita hidup di era teknologi. Makin banyak pekerjaan manusia bisa dikerjakan oleh mesin dengan kualitas yang stabil. Tapi, tidak dengan komunikasi antar manusia; meyakinkan orang lain, bercerita, mengarahkan, membimbing, membuat pertanyaan yang memicu diskusi, dst, akan menjadi makin penting dan itu hanya bisa dilakukan manusia.

Tentu saja ini bukan berarti banyak bicara sedikit bekerja. Namun, menyitir pada firman Tuhan tentang terang dunia, di mana pelita tidak boleh diletakkan di bawah gantang, hasil kerja kita juga harus diikuti dengan mengkomunikasikannya, sehingga orang bisa tahu dan merasakan dampaknya. Jika selama ini kita masih menganggap menjadi pendiam di tempat kerja itu lebih baik, coba pikirkan lagi. Menjadi pendiam bukan hanya membuat kita tidak bisa mengkomunikasikan ide dan membagikan hasil kerja kita, tapi juga membuat kita lebih sulit membangun kerja sama yang harmonis dengan rekan. Tahu kapan bicara dan kapan diam (Pkh. 3:7), bukan selalu diam, itulah yang tepat. • Tom

Sebaik apapun hasil kerja kita, itu tetap harus dikomunikasikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Pengadilan Medsos

Juli 8, 2025

Battle of Mind

Juli 8, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *