Christmas is a Gift

Yohanes 3:1-21

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Natal dan memberi sudah menjadi semacam tradisi, baik di antara orang Kristen maupun di antara masyarakat umum di negara Barat (yang tidak semuanya Kristen, banyak juga yang ateis). Keluarga saling berbagi kado saat Natal. Gereja dan Sekolah Minggu memberikan hadiah saat Natal. Banyak orang Kristen mengadakan program bakti sosial, pasar murah, mengunjungi panti asuhan, penjara, panti wreda untuk berbagi, dan masih banyak kegiatan berbagi lain bisa kita lihat di momentum Natal.

Natal adalah tentang berbagi dan memberi. Benar. Tapi, mengapa kita melakukannya? Semangat apa yang melatarbelakanginya? Apakah semata karena ini “ulang tahun Yesus” dan kita merayakannya dengan memberi kado seperti layaknya pesta ulang tahun? Atau mungkin alasan kita lebih alkitabiah, apakah karena kita meniru orang-orang Majus yang memberi hadiah kepada Yesus? Lebih dari alasan-alasan itu, kita perlu menyadari bahwa Natal itu sendiri merupakan sebuah pemberian. Ya, kelahiran Yesus ke dunia adalah sebuah pemberian yang sangat luar biasa dari Allah (Yoh. 3:16).

Allah merelakan Putra-Nya yang tunggal, Yesus, lahir ke dunia untuk menanggung dosa dan kutukan yang seharusnya diterima manusia karena dua alasan utama. Pertama, karena Allah begitu mengasihi kita. Kedua, karena kita begitu tak berdaya. Alasan yang kedua inilah yang sering kali tidak kita sadari. Natal adalah pemberian yang luar biasa dari Tuhan untuk kita. Bukan karena kita layak menerimanya, tapi karena kita terlalu lemah, kita tidak berdaya melawan maut, kita bahkan tak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Kita tak bisa melepaskan diri dari jerat kebiasaan dosa yang menghalangi kita beroleh keselamatan. Untuk itulah, Yesus datang ke dunia. Untuk itulah, Ia bahkan rela mati. Semua itu adalah pemberian terbesar yang bisa kita terima. Oleh karena itu, marilah di hari Natal ini, kita tidak hanya sekadar merayakan Natal. Tidak cukup kita sekadar memberi hadiah kepada satu dengan yang lain. Jadikan Natal ini sebagai momen ucapan syukur dan juga waktu untuk membuat komitmen untuk memberikan hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Selamat merenungkan Natal! • ARC

Natal adalah pemberian terbesar Tuhan bagi kita karena kita adalah manusia yang tak berdaya.

Tak Dapat Diimbangi

Desember 24, 2019

Firman Jadi Manusia

Desember 24, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *