Father Figure

RH Spirit Woman 01 Juni 2020

Ulangan 6:6-9

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Ulangan 6:7

 

Amatilah artikel parenting di media, amatilah buku-buku di rak Parenting di toko buku, yang kita temukan adalah tulisan yang lebih banyak bicara kepada para ibu. PsychologyToday mengakui bahwa sering kali saat melakukan survei atau penelitian psikologi tentang orang tua, fokus para psikolog lebih ke ibu daripada ayah. Era industrialisasi memang salah satu penyebabnya. Sebagai pencari nafkah, ayah dituntut lebih lama berada di luar rumah untuk bekerja daripada masa-masa sebelumnya. Akibatnya, jika di masa Alkitab ada pepatah berbunyi “Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu” (Yer. 31:29) yang menunjukkan bagaimana tindakan ayah berdampak pada anaknya, kini pepatah itu mungkin menjadi, “Ayah makan buah mentah, istrinya ikut ngilu, lalu memberi tahu anak-anaknya agar jangan makan buah itu.”

Tentu itu bukan konsep yang benar dan dibutuhkan seluruh anggota keluarga. Itu juga bukan desain yang dirancang Tuhan. Ketika bicara kepada orang tua, firman Tuhan selalu menyertakan ayah dan ibu, bahkan bisa dibilang lebih sering bicara kepada ayah. Ya, peran ayah amat besar bagi anak, bahkan sejak anak dalam kandungan. Menurut studi, anak yang dekat dengan ayahnya akan lebih merasa aman, percaya diri, dan setelah dewasa juga akan memiliki relasi sosial lebih baik. Figur ayah juga sangat memengaruhi anak saat dewasa. Banyak kasus gadis yang tak dekat dengan ayahnya lalu berusaha mencari figur ayah dengan bergonta-ganti pacar. Ada banyak juga laki-laki yang tak dekat dengan ayahnya lalu sulit menemukan gambar diri yang benar sebagai seorang pria.

Meski kita tahu anak-anak butuh ayahnya, tanpa sadar kadang kita tidak menolongnya. Kadang kita justru suka bertindak sebagai perantara antara suami dengan anak. Kebiasaan seperti inilah yang perlu diubah. Ulangan 6:6-9 memerintahkan orang tua mengajarkan firman Tuhan kepada anaknya. Kapan? Saat di rumah, perjalanan, berbaring, bangun, dst, yang menunjukkan relasi langsung. Dan ayat Ulangan ini sesungguhnya ditujukan khususnya kepada para bapak. Jadi, mari sebagai istri, selain kita juga mengajarkan yang sama, kita juga ciptakan dan berikan kesempatan agar anak bisa lebih dekat dengan ayahnya. • @

Kehadiran figur ayah dibutuhkan oleh setiap anak.

Di Luar Zona Nyaman

Mei 15, 2020

Kuasa Lidah

Mei 15, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *