Kemitraan Dengan Tuhan

Amsal 13:4, 20:4

Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.
Amsal 20:4

 

Ada seorang petani kentang yang memberi tahu temannya kalau ia tidak perlu bekerja lagi. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” tanya temannya. “Apa kamu ingat gudang tua yang dulu kumiliki? Aku bermaksud merubuhkannya sejak berbulan-bulan lalu tapi kemarin petir menyambarnya dan membakarnya habis. Tuhan benar-benar melakukannya untukku.” “Dan berdasarkan itu kamu akan membiarkan Tuhan melakukan pekerjaamu yang lain?” “Oh tidak,” kata si petani. “Minggu lalu istriku memintaku mencuci mobil, tapi hari ini hujan deras turun sebelum aku sempat melakukannya. Hujan itu benar-benar mencuci bersih mobilku.” Temannya langsung geleng-geleng, dan bertanya, “Lalu apa sekarang kau tidak akan melakukan apa-apa?” Sambil tersenyum ia menjawab, “Benar, aku akan menunggu sampai gempa bumi mengguncang tanaman kentangku sehingga ia keluar sendiri dari tanah.”

Ada orang Kristen yang bertindak seperti petani itu. Kita menyuruh Tuhan melakukan sesuatu yang sebenarnya adalah tugas kita. Kita terlalu malas untuk melakukan pekerjaan kita. Sebaliknya, ada juga yang bertindak kelewatan, yaitu mengambil otoritas Tuhan dan berusaha menetapkan jalan hidupnya sendiri. Mengenai hal ini Oswald Chambers berkata, “Berhati-hatilah terhadap kecenderungan untuk berusaha melakukan apa yang hanya dapat dilakukan oleh Allah, serta menyalahkan Allah karena tidak melakukan apa yang dapat kita lakukan sendiri.”

Jangan mengharapkan Tuhan melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawab kita. Sebaliknya jangan bersikap sok hebat dan tidak memberi ruang sedikitpun juga bagi Tuhan untuk bekerja di dalam kehidupan kita. Lakukanlah segalanya secara seimbang, kerjakan apa yang menjadi bagian kita, dan serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian-Nya. Jika tidak, maka kita akan menjadi orang Kristen yang malas atau sebaliknya kita menjadi orang Kristen yang terlalu sombong dan merasa diri sanggup melakukan semuanya tanpa campur tangan Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan selalu menjalin kemitraan dengan kita. Do your best and God will do the rest. • Imelda

Lakukan yang terbaik yang Anda bisa, selebihnya serahkanlah kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pehatikan Keadaanmu!

Maret 26, 2021

Kebaikan Memengaruhi

Maret 26, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *