Yakobus 2:14-26
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Yakobus 2:22
Inilah kombinasi kehidupan yang tidak bisa dipisahkan, berdoa dan bekerja. Mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain hanya akan membuat hidup pincang. Dua-duanya sangat penting. Berikut ini ada kalimat bijak yang perlu kita renungkan kebenarannya.
Berdoalah seolah segalanya tergantung pada Allah, dan
bekerjalah seolah segalanya tergantung pada manusia.
Namun justru inilah yang kerap terjadi : kita berdoa seolah segalanya masih bergantung pada diri kita, dan kita bekerja seolah segalanya bergantung kepada Allah.
Prinsip yang terbalik ini akan membuat kehidupan doa kita menjadi tidak maksimal. Mengapa? Karena kita selalu mengandalkan diri kita sendiri di dalam doa-doa kita. Tingkat kebergantungan kita kepada Tuhan tidak sampai penuh. Hal ini justru menjadi penghalang terjadinya mukjizat dalam hidup kita. Sepertinya kita berdoa dan berharap kepada Tuhan, tapi kerap itu hanya sebuah formalitas saja. Kita masih saja berharap pada kekuatan diri sendiri.
Prinsip yang terbalik ini tidak hanya membuat kehidupan doa kita menjadi tidak maksimal, tapi juga membuat hidup kita menjadi tidak produktif. Bekerja adalah tugas dan tanggung jawab kita, tapi kita sering berpikir bahwa hidup kita ditakdirkan Allah sepenuhnya. Hal itu menjadi alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Buat apa susah payah kerja, kalau memang Allah mentakdirkan saya miskin? Demikianlah kalau orang malas beralasan.
Inti Firman Tuhan pada saat ini adalah lakukan dan kerjakan bagian kita, dan serahkan apa yang menjadi bagian Tuhan. Bagian kita adalah bekerja dan berdoa. Bagian Tuhan adalah memberkati dan menjawab doa-doa kita. Kombinasikan bekerja dan berdoa menjadi gaya hidup kita, maka hidup kita akan diberkati luar biasa! • Kwik
Berdoa dan bekerja adalah kombinasi kehidupan.