Konco Wingking?

Lukas 8:1-3

Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Lukas 8:3

 

Sama seperti tradisi orang-orang Yahudi, tradisi Jawa kuno menganggap wanita hanya sebagai konco wingking (teman di belakang) yang tugasnya hanyalah melayani suami, memasak, dan mengurus anak. Wanita adalah golongan masyarakat kelas dua, yang kedudukannya terletak di bawah kedudukan kaum pria. Kaum wanita tidak memiliki kesempatan untuk berkarya di luar rumah.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita menjumpai satu paparan yang berlawanan dengan pandangan itu. Lukas menyebut dengan jelas bahwa Yesus melibatkan para wanita dalam pelayanan-Nya. Melalui kenyataan ini Yesus menepis anggapan ketiadaan kesempatan bagi kaum wanita untuk berkarya. Para wanita yang telah diselamatkan tidak boleh hanya berdiam diri. Mereka mewujudkan kehidupan mereka yang baru dengan melibatkan diri dalam pelayanan. Apapun yang mereka bisa lakukan, mereka melakukannya dengan senang hati demi mendukung pelayanan Yesus.

Wanita Kristus, kesempatan untuk turut melayani Yesus juga terbuka lebar bagi kita saat ini. Kita tidak ditentukan hanya untuk menjadi “konco wingking” bagi pasangan hidup kita, sebaliknya kita bisa berkiprah dan memberi kontribusi penting bagi kerajaan Allah. Kita berkesempatan untuk mengembangkan diri menjadi wanita yang bertumbuh secara positif, inovatif, kreatif, dan turut berperan aktif dalam membangun dan menjawab tantangan kemajuan zaman baik di gereja, di rumah, di lingkungan tempat tinggal, atau di tempat kerja. Tentu saja, tanpa mengesampingkan peran kita sebagai ibu dan istri yang memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan, kebahagiaan keluarga dan mendidik anak-anak yang berkualitas serta berorientasi pada nilai-nilai kerajaan Allah. Tentu ini bukan tanggung jawab yang ringan, sebab kita harus dapat menjalankan peran ganda tersebut dengan baik. Kita harus mampu melayani keluarga dengan baik, namun pada saat yang sama kita harus berkiprah dalam ladang pelayanan. Sulit memang, tapi anugerah Tuhan akan memampukan kita. • Endang

Bukan sekadar konco wingking, tapi kita harus juga berkiprah dalam ladang pelayanan.

Sama Berharga

Oktober 30, 2020

Sukacita

Oktober 30, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *