Label Harga [1]

RH Spirit Motivator 01 April 2020

2 Timotius 2:1-13

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
2 Timotius 2:6

 

Ketika Anda berbelanja di sebuah supermarket, Anda akan memasukkan barang-barang yang Anda beli ke keranjang. Sebelum memasukkannya, sebagian besar dari antara kita akan melihat label harganya terlebih dulu. Itulah harga yang akan kita bayar saat di kasir nanti. Walau demikian ada juga orang yang belanja tanpa melihat label harganya, ia memasukkan barang-barang belanjaan tadi begitu saja ke keranjang. Meski tidak melihat label harganya, tetap saja ia harus membayar di kasir. Jika kita melewati pintu keluar tanpa membayar, pasti kita akan dihentikan oleh satpam sebab aturannya memang sudah sangat jelas, siapa yang ingin dapat barangnya harus bersedia bayar harganya!

Kehidupan itu bak supermarket. Segala sesuatu dalam hidup ini memiliki label harga. Mungkin tidak dalam bentuk nominal rupiah, tetapi selalu ada harga yang harus kita bayar untuk mendapatkannya. Bagaimana dengan kesuksesan? Itupun ada harga bayarnya. Semakin besar kesuksesan yang kita harapkan, semakin besar juga harga bayarnya. Tidak ada makan siang gratis, tidak ada kesuksesan yang terjadi secara cuma-cuma tanpa melakukan apa-apa. Bahkan, orang yang paling beruntung, misalnya menang undian sekalipun, toh ia harus bayar harga tiket lotere itu lebih dulu, bukan? Sayangnya, banyak orang ingin sukses tapi tidak mau bayar harganya. Hanya ongkang ongkang dan bermalas-malasan tapi uang bisa datang dengan sendirinya. Mereka mendambakan apa yang disebut passive income. Pada kenyataannya, apa yang disebut passive income itu tidak bisa benar-benar pasif, bukan? Ada orang menjalankan bisnis kos-kosan sebagai passive income, apakah itu berarti ia benar-benar pasif dan tidak bekerja? Tentu tidak! Ia tetap harus mengelola bisnisnya itu.

Ingin sukses itu baik. Tapi tanpa bersedia bayar harganya maka sukses itu hanya keinginan belaka. Tidak akan pernah terjadi. Bisa dikatakan seperti mimpi di siang bolong! Kita harus membayar harga untuk segala sesuatu yang ingin kita capai dalam hidup. Segala sesuatu yang berharga pasti memiliki harga, masalahnya apakah kita siap untuk bayar harganya? [Petrus Kwik]

Dalam kesuksesan ada label harga yang harus kita bayar, bersediakah Anda membayarnya?

 

Mati Itu Menakutkan?

Maret 6, 2020

Makna Salib

Maret 6, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *