Likes or Dislikes?

Yohanes 10:1-21

domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Yohanes 10:16b

 

Sebagai pemimpin, pernahkah Anda menyukai seorang karyawan melebihi karyawan yang lain? Apa yang membuat karyawan tersebut mendapatkan “kasih yang lebih besar” dari Anda? Mungkin karena karyawan tersebut pintar mengambil hati Anda. Di sisi yang lain, barangkali Anda punya karyawan yang begitu menyebalkan hati Anda. Semua yang dilakukannya tampak sedemikian buruk di mata Anda, entah mengapa Anda tidak bisa menyukai karyawan Anda tersebut padahal ia sudah berusaha mati-matian untuk melakukan yang terbaik di dalam pekerjaannya. Memang tidak adil, tapi dalam dunia kerja, hal seperti ini sering terjadi.

Yesus berkata, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga.” Kemungkinan yang Yesus maksudkan adalah orang-orang non Yahudi yang juga dituntun pada rencana keselamatan. Rencana keselamatan memang pertama-tama untuk umat Israel, tapi tidak hanya berhenti sampai di situ melainkan rencana keselamatan itu juga diberikan kepada bangsa-bangsa. Dari Yerusalem sampai ke ujung bumi! Yesus mengisyaratkan bahwa sebagai gembala yang baik Ia tidak akan membeda-bedakan domba “yang ini” maupun “yang itu”. Yesus mengasihi tanpa pandang bulu. Setiap orang berhak menerima kasih dan anugerah-Nya.

Sejujurnya, kerap kali kita memperlakukan seseorang tidak secara objektif atau apa adanya. Kita menilai seseorang berdasarkan “likes or dislikes” (rasa suka atau tidak suka). Jika kita menilai berdasarkan likes or dislikes, tanpa sadar kita sudah pilih kasih dan tidak adil. Keputusan-keputusan yang kita lakukan pun menjadi sangat subjektif. Ini yang berbahaya. Sikap seperti ini hanya akan memancing kekecewaan, kebencian, dan kepahitan. Tidak hanya itu, semua karyawan akan iri terhadap rekannya yang Anda perlakukan secara spesial. Demikian juga mereka akan kecewa ketika kita tidak mampu menjadi pemimpin yang adil. Bukankah kita sendiri juga tidak mau jika dibeda-bedakan? Sebagaimana Tuhan tidak membeda-bedakan, demikian juga seharusnya kita bersikap kepada orang lain. • Dhina KS

Jadilah pemimpin yang adil, bukan menilai sesuatu berdasarkan “likes or dislikes”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Walk The Talk

Agustus 30, 2022

Biasa & Suka

Agustus 30, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.