Make Everyone Happy

RH Spirit Next 01 September 2020

Markus 15:1-15

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba
berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan
kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Galatia 1:10

 

Ada seorang anak berjalan dengan ayahnya sambil menuntun seekor keledai. Setelah beberapa lama berjalan, mereka denger orang berkomentar “Bodoh banget ayah dan anak itu, punya keledai tapi nggak dinaiki!” Untuk menyenangkan orang itu, ayah dan anak itu lalu naik ke punggung keledai dan melanjutkan perjalanan. Nggak lama kemudian mereka denger komentar orang di jalan “Kasihan keledainya, bapak dan anak nggak berperasaan, harusnya satu orang aja yang naik.” Akhirnya si ayah turun dari punggung keledai dan melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan beberapa langkah, ada orang lain juga berkomentar “Dasar anak durhaka, membiarkan orangtuanya berjalan sedangkan ia enak-enakan duduk di punggung keledai.” Mendengar hal itu, si anak meminta ayahnya untuk bertukar tempat, dan mereka pun melanjutkan perjalanan. Waktu dah mau nyampe tempat tujuan, untuk ke sekian kalinya mereka denger komentar “Ayahnya nggak punya hati apa ya? Lihat anaknya capek berjalan, eh ia malah duduk nyaman di atas keledai”.

Bisakah kita menyenangkan semua orang? It’s impossible! Sebaik apa pun usaha yang udah dilakukan, kita nggak akan pernah bisa memuaskan hati semua orang. Orang akan selalu mencari-cari kekurangan kita dan berusaha menemukan kesalahan kita. Ketika kita udah memperbaiki kesalahan tersebut, eh dateng lagi orang lain buat menemukan kesalahan lainnya. Intinya, kalo kita nggak punya pendirian yang kuat, kita akan terjebak untuk berubah-ubah demi memuaskan hati semua orang. Ini juga yang dilakukan oleh Pilatus, yang lebih suka menyenangkan hati orang banyak, meskipun tindakan tersebut bertentangan dengan hukum dan prinsip kebenaran.

Setiap orang punya standar dan pandangan yang berbeda terhadap sesuatu, jadi menyenangkan hati semua orang itu mustahil. Lagipula kita nggak punya kewajiban untuk menyenangkan semua orang. Apalagi kalo hal tersebut malah bikin kita melanggar prinsip kebenaran dan bertentangan sama fir-Tu! Selama kita hidup, Tuhan ngasih kita kehendak bebas buat memilih; mau hidup menyenangkan semua orang, meski melanggar kehendak Tuhan ato hidup menyenangkan hati Tuhan meskipun dibenci oleh banyak orang. Tentunya pilihan tersebut mengandung konsekuensi tersendiri yang harus kita pertanggungjawabkan. Jadi, mana yang akan kita pilih? • Vian

“Menyenangkan semua orang itu mustahil, karena setiap
orang punya standar penilaian masing-masing.”
Simon Sinek – Motivator

Memilih Bahagia

Agustus 18, 2020

Memandang Goliat

Agustus 18, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *