Menantikan Yesus

RH Spirit 01 Desember 2022

Lukas 2:21-40

Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia
mendapati iman di bumi?”
Lukas 18:8b

 

Bagi sebagian orang, Desember adalah bulan yang dinanti. Natal, liburan, tahun baru, dll, adalah hal menyenangkan. Tapi, bagi sebagian lagi, Desember bisa jadi dirasa datang terlalu cepat. Tiba-tiba kita akan segera meninggalkan tahun ini. Tiba-tiba tahun 2023 datang. Tentu saja, waktu itu sebenarnya konsisten. Tiap hari selalu 24 jam dan tiap tahun selalu dimulai dan diakhiri di tanggal, bulan, dan jam yang sama. Waktunya sama, tapi yang terjadi di waktu itulah yang penting. Yang tak sabar menanti Desember merasa ada hal menarik di bulan ini. Tapi, mereka yang merasa Desember datang terlalu cepat tentu melihat dari sisi berbeda.

Dalam hidup, kita semua pernah atau sedang menantikan sesuatu. Kita bekerja keras dan menantikan keberhasilan datang. Orang tua membesarkan anak-anaknya menantikan mereka menjadi orang yang berguna. Anak muda menantikan waktu ketika sudah mandiri dan meraih cita-citanya. Mereka yang sakit menantikan kesembuhan datang. Sering kali, kita tak tahu kapan yang kita nantikan itu datang. Tapi, kita tetap menunggu. Mengapa? Pertama, karena kita yakin hal tersebut akan datang. Kedua, karena penantian itu memberi kita motivasi untuk terus bersemangat menjalani hidup. Tapi, banyak juga orang yang akhirnya menyerah dan putus asa karena merasa yang ia nantikan tak juga datang.

Natal yang terjadi 2000 tahun lalu adalah jawaban penantian umat manusia selama berabad-abad. Simeon dan Hana adalah representasi mereka yang menanti dengan setia. Meski penantian itu baru terjawab di usia mereka yang sudah tua, meski yang hadir di depan mereka “hanyalah” sosok bayi mungil, tapi Simeon dan Hana tetap merasakan sukacita tak terkira. Mengapa? Karena bertahun-tahun, mereka menanti dengan iman dan fokus pada Allah. Sadarkah Anda bahwa saat ini kita juga sedang menantikan Natal kedua, yaitu kedatangan Yesus kedua kalinya? Kita semua menanti, tapi sudahkah sikap kita seperti Simeon dan Hana, yang terus setia, bertekun, dan hidup terarah pada Tuhan? Mari kita miliki sikap seperti mereka, sehingga saat nanti Ia datang kedua kalinya, maka kita pun akan menyambut Dia dengan penuh syukur dan sukacita. • ARC

Kita semua sedang menantikan Natal kedua, yaitu kedatangan Yesus yang kedua kalinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Etika Kerja

November 1, 2022

Minum Obat

November 1, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *