Mengapa Menyerah?

RH Spirit 01 Maret 2022

Yosua 14:6-15

 
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune,
orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti
TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati
Yosua 14:14

 

Nama Joop Zoetemelk mungkin tidak terlalu terkenal. Zoetemelk adalah atlet sepeda asal Belanda yang memegang rekor di kejuaraan balap sepeda paling bergengsi sekaligus yang terberat di dunia, Tour de France. Sejak pertama kali ikut Tour de France pada 1970, ia selalu berhasil finish di 16 kali ikut lomba. Prestasinya? Ia lima kali menempati peringkat dua dan satu kali juara pertama pada 1980. Meski hanya sekali juara pertama, Zoetemelk bisa menjadi contoh sikap pantang menyerah.

Banyak orang terpukau dengan seseorang yang berkali-kali merebut juara, tapi orang yang tak kenal menyerah kadang tidak terlalu diperhatikan. Banyak orang kagum dan mengingini keberhasilan yang diraih seseorang, tapi ia tidak melihat proses yang ia jalani. Nyatanya, di hampir tiap kisah sukses, ketekunan dan pantang menyerah adalah hal yang harus dimiliki. Kaleb mungkin paling terkenal karena dua peristiwa. Pertama, ketika ia dan Yosua menjadi pengintai Israel yang tetap beriman meski 10 pengintai lain pesimis bisa merebut Kanaan. Dua, ketika ia menaklukkan Hebron. Padahal, kedua peristiwa itu berjarak 45 tahun! Sebelum Kaleb menjadi kakek yang merebut Hebron, ia lahir sebagai bangsa budak di Mesir. Setelah itu, lebih dari separuh usianya ada di padang gurun, melihat berbagai pasang surut serta mukjizat dan hukuman Tuhan atas Israel. Faktanya, dari ratusan ribu hingga jutaan orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya tersisa Kaleb dan Yosua yang bisa masuk Kanaan. Semua ini tak akan terjadi jika Kaleb menyerah, ikut arus, atau putus asa melihat situasi yang ia hadapi.

Bagi Anda yang saat ini ingin menyerah, renungkan, apa sebenarnya penyebab kita ingin menyerah? Melihat situasi tak kunjung membaik? Karena orang di sekitar kita juga menyerah? Waktu penantian terasa begitu lama? Mari lihat Kaleb. Ketika Kaleb tidak menyerah untuk tetap setia dan beriman pada janji Tuhan, Tuhan pun menghargai kesetiaan dan ketekunannya. Terbukti, usia tua tidak menghalangi Tuhan memberkati Kaleb, bahkan membuatnya bisa merebut Hebron, daerah yang paling sulit direbut di Kanaan. Demikian pula dengan Anda. Jangan pernah menyerah untuk berjalan dalam iman, karena Tuhan pun tak pernah menyerah dengan Anda. • ARC

Jangan pernah menyerah mengiring Tuhan, karena Tuhan juga tak pernah berhenti menyertai Anda!

2 Thoughts on Mengapa Menyerah?

  1. Inilah yang sulit dalam hidup. Mudah menyerah. belajar membaca susah, menyerah kalah. berain sepak bola tertinggal 1-0, sudah tak bersemangat. Menyerah kalah. Belajar menulis artikel dan mengirimkannya ke media, ditolak, menyerah dan mengatakan bukan bakatnya jadi penulis. Berjuang untuk mendapatkan nafkah, susah dan sulit, kita menyerah. Kalah. Intinya kita seharusnya berjuang dan tidak menyerah kalah. Tujuan dan angan angan akan bisa tercapai jika berjuang sekuat tenaga. Impian akan terwujud jika dilakukan dan diusahakan. Adanya virus covid-19, kita melakukan berbagai pembatasan hidup. Jika kita menyerah maka kita akan terhenti dan tidak melanjutkan hidup. Percaya pada Tuhan. Kita berusaha, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Namun, usaha tidak membohongi hasil. Jadi, marilah jalani hidup ini dan tidak menerah kalah.

    Reply
  2. Bukannya menyerah cm terkadang mengikuti jalan Tuhan bagaikan ada jln terjal saat berdoa yg terjadi mala sebaliknyandisitu iman samgat diuji

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Raksasa-raksasa Enak

Februari 1, 2022

Tunda Keputusan

Februari 1, 2022

2 Thoughts on Mengapa Menyerah?

  1. Inilah yang sulit dalam hidup. Mudah menyerah. belajar membaca susah, menyerah kalah. berain sepak bola tertinggal 1-0, sudah tak bersemangat. Menyerah kalah. Belajar menulis artikel dan mengirimkannya ke media, ditolak, menyerah dan mengatakan bukan bakatnya jadi penulis. Berjuang untuk mendapatkan nafkah, susah dan sulit, kita menyerah. Kalah. Intinya kita seharusnya berjuang dan tidak menyerah kalah. Tujuan dan angan angan akan bisa tercapai jika berjuang sekuat tenaga. Impian akan terwujud jika dilakukan dan diusahakan. Adanya virus covid-19, kita melakukan berbagai pembatasan hidup. Jika kita menyerah maka kita akan terhenti dan tidak melanjutkan hidup. Percaya pada Tuhan. Kita berusaha, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Namun, usaha tidak membohongi hasil. Jadi, marilah jalani hidup ini dan tidak menerah kalah.

    Reply
  2. Bukannya menyerah cm terkadang mengikuti jalan Tuhan bagaikan ada jln terjal saat berdoa yg terjadi mala sebaliknyandisitu iman samgat diuji

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.