My Boss Hates Me

RH Spirit Motivator 01 September 2020

1 Samuel 18:6-30

Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia…

1 Petrus 3:13-14

 

Dalam bermasyarakat, kita semua tentu ingin orang-orang yang kita temui adalah orang-orang yang baik pada kita. Di tempat kerja, kita berharap menjumpai orang-orang yang ramah, murah hati, saling bantu, dst. Tapi, nyatanya tidak selalu demikian. Akan ada orang-orang yang tak menyukai kita atau kita tidak cocok dengan sifatnya. Bagaimana jika salah satu orang itu kebetulan adalah atasan Anda?

Ada beberapa tanda bahwa atasan tidak menyukai kita. Misalnya: sengaja memberikan tugas-tugas sulit tanpa diberi panduan atau follow up, memberi penilaian yang sangat detail khusus untuk Anda sehingga kinerja Anda tampak buruk, tidak mengikutsertakan Anda ke pertemuan penting, tidak memberi perhatian atas peran Anda, atau bersikap negatif terhadap Anda (tidak pernah senyum atau membalas senyum/sapaan Anda, tidak melakukan kontak mata, hanya menjawab singkat-singkat saat ditanya, dll). Ingat bahwa sikap di atas hanya berlaku untuk diri Anda. Jadi, jika atasan memang selalu detail dalam menilai kinerja semua karyawan, atau memberi tugas sulit untuk semua karyawan baru sebagai tes, itu bukan berarti ia tak menyukai Anda.

Apa yang harus dilakukan jika memiliki atasan yang tidak menyukai kita? Banyak orang ketika sadar dirinya tidak disukai atasan, lalu memilih menutup diri, bahkan resign saja. Tapi, itu bukan cara terbaik. Sering terjadi, ketidaksukaan atasan adalah akibat dari praduga atau bisa juga karena info yang salah. Jadi, menjaga sikap tetap profesional dan memberikan kinerja serta kontribusi terbaik adalah sikap yang lebih bijak. Bahkan kita perlu bekerja lebih baik dari sebelumnya. Daud contohnya. Ia dibenci atasannya, Saul, bahkan pernah hampir dibunuh (1 Sam. 18:10-11). Tapi, ia bukan hanya tetap hormat pada Saul, ia juga tetap memberi kinerja terbaik (ay. 30). Ketika memang rekonsiliasi tak bisa dilakukan, barulah Daud pergi. Karyawan yang merasa tidak disukai atasan pun perlu melakukan pendekatan, karena bagaimanapun dialah atasan kita. Tunjukkan jika kita menghormatinya dan jangan pernah justru menggosipkan atau menjelek-jelekkannya. Ini bukan semata untuk sang bos, tapi sikap baik dan kinerja unggul seperti ini pada akhirnya akan berguna untuk kita juga. Amin? • ARC

Perlakuan yang buruk harus dihadapi dengan sikap yang baik.

Sehat itu Ber(k)at

Agustus 11, 2020

Memilih Bahagia

Agustus 11, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *