Not One Time Gift

RH Spirit Girls 01 Desember 2020

Yohanes 3:16-17

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 3:16

 

Rasa bahagia karena kehadiran seorang bayi dalam rumah tangga emang nggak bisa digantikan oleh apa pun juga. Ini karena seorang bayi nggak sama dengan boneka bayi. Ketika mendapat boneka bayi, awalnya mungkin kita akan ngerasa bahagia. Tapi perlahan, kebahagiaan itu mulai hilang karena boneka jelas adalah benda mati. Ia cuma memberikan rasa bahagia yang singkat. Tapi beda dengan bayi yang hidup. Rasa bahagia yang orang tua rasakan akan terus diperbaharui setiap hari. Hari ini ia bahagia karena melahirkan seorang bayi. Esoknya ia akan kembali merasakan kebahagiaan karena bayinya sudah mulai bisa merespons candaannya. Esoknya lagi, ia akan merasa bahagia karena bayinya udah bisa mulai tengkurap dan bahkan duduk sendiri. Esoknya lagi, ia akan kembali merasa bahagia karena bayinya udah mulai bisa memanggilnya mama dan papa. Begitu seterusnya.

Hal yang sama juga kita rasakan saat Allah memberikan kepada manusia bayi Yesus. Saat Yesus lahir ke dunia, bumi begitu diliputi sukacita karena seorang Juru Selamat telah lahir. Tapi, sukacita itu juga nggak lantas hilang begitu saja. Momen berikutnya, manusia kembali bersukacita karena bayi itu akhirnya jadi dewasa untuk melayani dan mengajarkan kasih. Momen berikutnya, manusia kembali bersukacita karena Ia dapat melakukan banyak mukjizat. Dan puncaknya, manusia bisa kembali bersukacita karena akhirnya Ia bener-bener menuntaskan misi-Nya untuk menjadi Juru Selamat bagi manusia.

Kalo mau, Allah sebenarnya bisa memberikan keselamatan itu tanpa kehadiran Yesus. Tapi, rupanya Ia memang bener-bener ingin membahagiakan manusia yang begitu dikasihi-Nya. Ia ingin agar manusia dapat terus-menerus merasakan sukacita dalam hidupnya (not one time gift). Dan karena itulah, Ia kemudian memutuskan untuk memberikan Anak-Nya yang Tunggal. Fakta ini, seharusnya bisa ngasih kita sebuah pelajaran, bahwa ketika kita hendak memberi, maka kita perlu bener-bener memikirkan kebahagiaan orang yang akan kita beri, entah itu Tuhan atau sesama kita. Jangan sampe kita memberi secara asal-asalan dan pokoknya asal beri saja. Tapi sebaliknya, kiranya kita bisa memberikan yang terbaik. • Dian

Jika hendak memberi, maka pastikan kita memikirkan dan memberikan yang terbaik untuk pribadi yang akan kita beri.

Tahun Penyertaan Tuhan

November 13, 2020

Waiting for Christmas

November 13, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *