Pengkhianatan & Kesetiaan

RH Spirit 01 Februari 2026

Hosea 1:1-9

Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai
Hosea 3:2

 

“Kisah cinta”. Apa yang muncul di benak kita saat mendengar kata itu? Mungkin kita teringat kisah Romeo dan Juliet yang tragis tapi romantis. Atau kita mungkin teringat cerita di novel atau film drama romantis yang pernah kita saksikan? Kebanyakan kita mungkin tak akan mengaitkan kisah cinta dengan nama seorang nabi di kitab Perjanjian Lama ini: Hosea. Kitab Hosea tergolong kitab nabi kecil, karena isi kitabnya tergolong pendek. Tapi, jangan bayangkan kisah cinta Hosea seperti kisah di film atau novel romantis, karena ini adalah kisah cinta yang justru diwarnai berbagai pengkhianatan.

Hosea, seorang nabi Tuhan yang baik dan setia diminta menikahi Gomer, seorang perempuan sundal yang gemar berselingkuh. Gomer bahkan kemudian melahirkan anak-anak yang Hosea tahu bukanlah darah dagingnya dan pergi meninggalkan Hosea ke pelukan laki-laki lain. Bahkan kemudian, karena ulahnya, Gomer pun dijual menjadi budak. Hosea pun terpaksa menebusnya, dengan menghabiskan seluruh uang bahkan seluruh hasil ladangnya. Kisah cinta ini jauh dari kata romantis, bahkan terkesan sebagai cinta yang disia-siakan, karena Gomer yang sungguh-sungguh dicintai justru bersikap sangat tidak tahu diri. Namun, itulah yang terjadi pada kasih Tuhan terhadap manusia. Kasih Tuhan justru kita sia-siakan, bahkan kita tanggapi dengan pengkhianatan dan pemberontakan. Ini yang terjadi ketika kita melakukan dosa, karena dosa adalah pemberontakan terhadap Allah (bdk. 1 Yoh. 3:4). Ini juga yang terjadi ketika kita lebih mengutamakan ego, hawa nafsu, ketika kita lebih mengutamakan harta dan dunia, sehingga kita mengesampingkan kehendak Allah.

Mari renungkan, seberapa sering kita mengkhianati-Nya? Seberapa sering kita menyakiti hati-Nya? Seberapa sering kita berselingkuh dari Tuhan yang telah begitu mengasihi kita? Berhentilah menjadi Gomer-Gomer yang tidak tahu diri. Berbaliklah dari ketidaksetiaan dan pengkhianatan kita. Ingatlah berapa kali Ia mengampuni dan memberi kita kesempatan kembali. Ingat juga bagaimana Ia menebus kita, bukan dengan uang, tapi dengan nyawa-Nya. Jangan sia-siakan hal itu dengan terus mengkhianati kasih-Nya. • Uta

Dosa adalah pengkhianatan terhadap Allah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Start with Why

Januari 2, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *