Postinganmu Harimaumu

Titus 2:6-8

Sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Titus 2:8

 

Apa yang kita posting bisa jadi provokasi alias ngomporin orang. Suatu kali pas lagi heboh masalah intoleransi, ada yang nge-share cerita tentang seorang penjual roti keliling. Ceritanya sih wajar aja. Yang share cuman ngajak merenung. Tapi yang komen, ruameee!! Kedua kubu sama-sama ngotot. Trus ada yang upload hasil screenshot postingan status seorang cewe Kristen. Dengan galaknya cewe remaja itu nulis pernyataan bahwa setiap orang Kristen wajib memperjuangkan sesama Kristen, apapun alasannya. Kalo gak, berarti dia pengkhianat! Waduh! Parahnya screenshot itu trus dipake buat nyerang balik: “Kalian aja prinsipnya gitu, apalagi kami!” Tambah ribut deh!

Orang muda, kata Paulus, harus pinter menguasai diri. Firman Tuhan yang kita dengerin harus tertanam dalam hati kita dan jadi nyata dalam perilaku kita sehari-hari, bukan cuma teori yang masuk telinga kanan terus keluar lewat telinga kiri. Dengan demikian, orang lain akan melihat bukti nyata kalo Injil memang berkuasa mengubah hidup seseorang. Meski masih muda, Titus sendiri juga dituntut Paulus untuk bisa jadi teladan bagi jemaat dalam segala hal. Karena itu perilakunya harus sesuai sama apa yang dia ajarin ke jemaat. Kalo sebaliknya, yang diberitain sama perilakunya sendiri gak matching, orang juga gak mungkin percaya dan respek sama dia.

Setiap orang Kristen dipanggil buat jadi saksi melalui perkataan dan hidup kita sehari-hari. Runyam kan kalo di mana-mana dikhotbahin bahwa orang Kristen itu diajarin mengasihi musuh karena Kristus sendiri mengasihi semua manusia, tapi kita dengan entengnya ngeluarin pernyataan yang bersifat permusuhan di wilayah publik. Senantiasa sadari kebenaran ini: akun medsosmu bukanlah buku harianmu! Segala yang kamu posting di socmed (apa pun itu namanya) bakal diliat dan ditanggepin oleh orang banyak. Hari gini, kita butuh seorang “pemadam kebakaran” bukan “tukang kompor”. Ayo tunjukin kekristenan kita! Tapi sebelumnya, ngertiin dulu maksud firman Tuhan biar gak salah dalam berkata ato bertindak. Jangan sampe gara-gara postingan kita, Tuhan dihujat orang, dan kitanya sendiri justru kena masalah. • Dhina KS

Socmed bisa jadi alat untuk memuliakan Tuhan. Sebaliknya, ini juga bisa mencemarkan nama-Nya.

The Beautiful is Strong

Juni 23, 2020

Bayar Pajak, Harus?

Juni 23, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *