Raksasa Itu Kecil

1 Samuel 17:1-58

dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” 1 Samuel 17:47

 

Sebuah masalah bisa dikatakan besar atau kecil, sebenarnya tergantung pada pembandingnya. Saya beri contoh sederhana. Menurut Anda, apakah memiliki utang 10 juta rupiah itu masalah besar? Tergantung pembandingnya. Jika yang memiliki utang itu wong cilik, yang notabene asetnya lebih sedikit dari utangnya, maka utang 10 juta itu sangat sangat besar. Bagi orang tertentu, utang 10 juta sama sekali tidak ada artinya. Bahkan, ada orang yang utangnya sampai puluhan milyar tapi tetap tenang-tenang saja, dia juga masih bisa tidur dengan nyenyak. Mengapa? Karena dia seorang pengusaha yang asetnya mencapai ratusan milyar. Jadi punya utang puluhan milyar itu dianggap masalah biasa saja. Bagi kita yang mainnya masih di angka “juta” punya utang puluhan milyar jelas jadi masalah besar.

Percayakah Anda jika saya mengatakan raksasa itu kecil? Tergantung pembandingnya! Sangat besar jika kita bandingkan dengan manusia biasa. Sangat kecil jika dibandingkan Tuhan pencipta semesta. Perbedaan sikap Saul dan Daud saat menghadapi raksasa Goliat menunjukkan dengan jelas hal itu. Saul dan segenap orang Israel menjadi cemas dan ketakutan saat ditantang Goliat (ay. 11). Sebaliknya, Daud begitu berani menghadapi Goliat (ay. 45). Mengapa Saul menjadi sedemikian takut? Karena dia membandingkan raksasa itu dengan kekuatannya sendiri yang jauh di bawahnya. Daud berani menghadapi Goliat karena dia membandingkan raksasa itu dengan Allah yang menyertainya (ay. 46). Sebesar-besarnya Goliat, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah.

Setiap kali kita menghadapi masalah, seharusnya kita memiliki cara pandang seperti Daud. Ketika kita membandingkan masalah kita dengan kuasa Tuhan, masalah kita sama sekali tidak ada artinya. Sebenarnya prinsip ini sangatlah sederhana. Sayangnya kita kerap berjalan bukan dengan iman, tapi dengan apa yang kita lihat. Kita seperti Saul. Kita selalu mengukur masalah kita dengan kekuatan kita sendiri yang terbatas. Akibatnya, kita takut dan tawar hati. Mengapa kita tidak memilih untuk bersikap seperti Daud setiap kali menghadapi raksasa kehidupan? • Kwik

Jika kita membandingkannya dengan Tuhan Yang Besar, maka masalah yang kita hadapi terlihat begitu kecil.

Bayar Pajak, Harus?

Juni 30, 2020

Satu Rumah Banyak Keluarga

Juni 30, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *