Rohani dan Jasmani

RH Spirit 01 Maret 2020

Matius 14:13-21

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Matius 14:14

 

Jika kita melayani jiwa-jiwa, aspek mana yang kita tekankan? Terus terang, kita lebih menekankan aspek rohani daripada aspek jasmani. Demikian pula halnya dengan gereja Tuhan hari hari ini, penginjilan dilakukan dengan getol untuk menyelamatkan jiwa yang tersesat, tapi sayang kepedulian sosial diabaikan. KKR ada di mana-mana, tapi sayang aksi sosial diabaikan. Padahal, penginjilan dan kepedulian sosial harusnya berjalan beriringan. Kita memerhatikan yang rohani, tapi juga harus memerhatikan kebutuhan jasmani.

Secara Alkitabiah, kita bisa belajar dari Tuhan Yesus yang telah memberi teladan dalam penginjilan, pengajaran, tapi juga pemenuhan kebutuhan secara jasmani. Seolah Yesus mau mengatakan bahwa penginjilan dan kepedulian sosial tak dapat dipisahkan. Pemenuhan kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani harus berjalan beriringan. Hal ini terlihat saat Yesus mengajar lima ribu orang yang mengikuti Dia. Tidak hanya mengajarkan kebenaran firman Tuhan, Yesus juga menyembuhkan mereka yang sakit (ay. 14). Tak hanya menyembuhkan yang sakit, tapi Yesus juga memberi mereka makan, sebab lima ribu orang sedang lapar karena belum makan. Memberi makan kepada mereka juga tidak dengan porsi pas-pasan, tapi benar-benar sampai mereka kenyang (ay. 20).

Miliki hati seperti hati Yesus yang mudah tergerak dengan belas kasihan ketika melihat mereka yang lapar, telanjang, terasing, tertindas, terabaikan, teripinggirkan, dan yang menderita. Jangan sampai kita hanya menekankan aspek keselamatan jiwa, tapi tak mempedulikan kebutuhan jasmani mereka. Penginjilan seperti ini pun tidak menjadi efektif. Bagaimana kita menyatakan kasih Allah kepada mereka, jika kita sendiri tutup mata dengan kebutuhan mereka? Bagaimana kita bisa berkata bahwa Allah mengasihi mereka, jika kita sendiri tidak mau berbagi hidup dengan mereka? Biarlah mereka melihat Yesus ada dalam hidup kita. Hal itu akan terwujud dari sikap kita yang mau peduli, berbagi, dan menolong mereka yang membutuhkan. [Petrus Kwik]

Bagaimana kita menyatakan kasih Allah kepada mereka, jika kita sendiri tutup mata dengan kebutuhan mereka?

Kerja Keras Yang Cerdas

Februari 7, 2020

Mertua Jahat, Mertua Baik

Februari 7, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *