Seni Grafiti ala Tuhan

Daniel 5:1-30

Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Daniel 5:5

 

Corat coret di tembok bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Bisa saja itu seni grafiti (seni menggambar di tembok untuk menyampaikan pesan tertentu), tapi bisa saja itu merupakan aksi vandalisme yang secara sporadis mencoret dinding-dinding perkotaan dengan niatan untuk menunjukan identitas, atau semacam unjuk gigi kepada kawan dan lawan-lawannya mengenai keberadaan komunitasnya. Tahukah Anda bahwa Tuhan juga pernah menunjukkan kemampuan-Nya dalam seni grafiti? Baca saja Daniel 5 tentang tulisan di dinding istana raja Belsyazar.

Ketika raja Belsyazar melihat jari-jari tangan menuliskan sesuatu pada dinding istana, jelas raja menjadi sangat takut dan meminta kepada seluruh orang berhikmat untuk menafsirkan “seni grafiti” yang dibuat Tuhan itu. Di antara semua orang yang berhikmat di Babel, hanya Daniel yang bisa menafsirkan arti tulisan itu. Pesannya jelas, raja Belsyazar meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga dengan menggunakan perkakas Bait Suci untuk minum-minum anggur dan pesta pora bersama para istri, para gundik, para pembesar, dan para tamu (ay. 23).

Sebagaimana seni grafiti dibuat untuk menarik perhatian orang, demikian juga Tuhan menarik perhatian raja Belsyazar bahwa di atas raja manusia masih ada Raja di atas segala raja. Jadi, tidak seharusnya raja Belsyazar bertindak semena-mena, yaitu dengan menghinakan perkakas Bait Suci. Ini juga menjadi pembelajaran rohani yang penting bagi kita semua. Jangan pernah mengabaikan Tuhan. Jangan bertindak seolah-olah Tuhan tidak ada, Tuhan tidak melihat, atau bahkan menganggap “Tuhan sudah mati” seperti halnya Teologia Allah Mati yang digembor-gemborkan Friedrich Nietzsche pada abad 19. Jika kita bertindak semau-maunya dalam kesombongan kita, bukan tidak mungkin Tuhan akan meminta perhatian dari kita. Mungkin tidak lagi memakai seni grafiti seperti pada zaman raja Belsyazar, tapi melalui banyak peristiwa yang membuat kita mau tidak mau harus merendahkan diri di hadapan Tuhan, Raja di atas segala raja. Sebelum itu terjadi, alangkah bijaknya jika kita lebih dulu bertobat! • Kwik

Kesombongan membuat Tuhan meminta perhatian kita melalui serangkaian peristiwa yang membuat kita rendah hati.

Makna Salib

Maret 13, 2020

Ladies First

Maret 13, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *