Time to Thank

RH Spirit Girls 01 November 2020

Lukas 17:11-19

Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Lukas 17:17

 

Akhir-akhir ini marak banget acara prank. Satu bikin, yang lain pada bikin semua. Ngga heran sih, sebab acara model ini emang seru buat dilakuin dan ditonton. Bahkan beberapa kali, acara model prank seperti ini juga trending di Youtube. Yang nge-prank juga total banget dalam melakukannya. Dia siapkan ini itu, dan bahkan berdandan macem-macem agar rencana prank-nya bisa berjalan lancar waktu dieksekusi. Waktu siap-siapnya, dari bikin rencana sampe nyiapin segala sesuatunya, bahkan durasinya lebih lama dari waktu eksekusi prank-nya. Misalnya, kalo durasi videonya 15 menit, maka siap-siapnya bisa makan durasi 10-13 menit sendiri. Salah? Meski banyak yang ngehujat kenapa acara prank bisa sering trending di Youtube, ya acara ini nggak bisa dibilang salah juga. Asal prank-nya wajar dan nggak membahayakan sih boleh-boleh saja.

Prank itu katanya tanda sayang. Yang di prank adalah orang yang disayangi. Pas lagi ulang tahun, perhatian untuk yang ulang tahun itu diberikan dengan cara nge-prank lebih dulu, baru setelah itu dikasih selamat dan kado. Ya betul juga. Dan nggak salah juga. Tapi, pikirin satu hal ini: kalo buat ngeprank kita bisa sedemikian niat, apakah hal yang sama juga nampak saat kita ngethank? Ya, ga masalah sesekali ngerjain seseorang yang kita sayang. Ngga seru lah kalo hidup cuma datar-datar aja. Tapi lebih dari itu, kita harus mulai mikirin dengan niat yang sama besarnya gimana caranya kita bisa berterima kasih sama orang-orang itu? Seru mungkin ya, kalo ada acara “thank”, dan bukan cuma “prank”?

Coba deh hari ini mulai daftar siapa-siapa saja orang yang pantes buat diapresiasi sebagai tanda terima kasihmu buat orang itu. Setelah didaftar, coba pikirkan gimana caranya kita bisa berterima kasih sama mereka. Kalo ngeprank aja bisa niat banget, harusnya niat itu juga tampak saat kita berterima kasih. Tuhan sendiri jelas lebih berkenan pada orang yang tahu berterima kasih. Ia lebih berkenan pada satu orang penderita kusta yang kembali untuk memuliakan Allah ketimbang sembilan lainnya yang “lupa” berterima kasih setelah mendapatkan kesembuhan. • Dian

Perbanyak nge-thank daripada nge-prank.

Cara Yang Tidak Biasa

Oktober 13, 2020

Save to Serve

Oktober 13, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *