You Get What You Give

RH Spirit Girls 01 Maret 2020

Matius 25:14-30

Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Matius 25:30

 

Wrekso punya seekor lembu dan seekor keledai. Keduanya diperbantukan untuk membajak ladang. Suatu hari, lembu mendekati keledai dan berkata, “Temanku yang baik, tidak apa-apa ya, kalau hari ini kau membajak sendirian? Kaki belakangku rasanya sakit sekali.” Keledai yang baik hati nggak keberatan, dan hari itu ia bekerja sendirian. Keesokan harinya, lembu berkata, “Bisakah kau menggantikanku sehari lagi? Kakiku masih sakit …” “Mengapa tidak?” jawab keledai. Hal yang sama berulang keesokan harinya, dan esoknya lagi. Lembu itu beristirahat, sedangkan keledai bekerja keras. Keesokan harinya, ketika lembu mengajukan permintaan serupa, keledai berkata, “Tentu saja, tidak apa-apa. Tapi, ngomong-ngomong, kemarin tukang jagal mendatangi majikan kita. Aku melihat mereka berbicara dan menunjuk-nunjuk ke arahmu.”

Cerita di atas mirip dengan perumpamaan tentang talenta; ada yang rajin tapi ada juga yang malas. Dua orang hamba yang mengolah talenta yang dititipkan sang majikan, akhirnya mendapatkan perkenanan sang majikan. Tapi satu hamba yang malas, yang sama sekali nggak mengusahakan talentanya, akhirnya dicampakkan. Mereka yang menabur kerajinan, akhirnya menuai keberhasilan. Sementara ia yang menabur kemalasan, akhirnya menuai kejatuhan.

Apa yang ditabur, itu jugalah yang akan dituai. Kalo kita melakukan hal yang baik, maka kita akan menuai hal yang baik. Sebaliknya, kalo kita menabur hal yang negatif, maka hal negatif pulalah yang pada akhirnya akan kita tuai. Semua perkatan dan sikap kita dalam keseharian tuh sebenernnya ibarat benih yang kita tuai di ladang. Suatu saat, kita akan menuai apa yang kita tabur itu. Maka dari itu, pastikan kita bener-bener memerhatikan kualitas benih yang kita tabur. Pastikan perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkaatan yang positif dan membangun, bukan yang negatif dan menjatuhkan. Pastikan juga sikap kita adalah sikap yang baik dan bisa jadi teladan, bukan sikap yang nggak bertanggung jawab dan sama sekali nggak bisa jadi teladan. Taburlah selalu hal yang baik agar kita juga menuai hasil yang baik. Taburkanlah benih yang berkualitas agar kita juga menuai hasil yang berkualitas. • Dian

Baik tidaknya hasil tuainya sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditabur.

Mertua Jahat, Mertua Baik

Februari 14, 2020

Kasih Tak Pernah Gagal

Februari 14, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *