Start with Why

RH Spirit Next 01 Januari 2026

Lukas 14:28-30

Berjalankah dua orang bersama-sama,
jika mereka belum berjanji?
Amos 3:3

 

Kalau direncanakan malah batal, tapi kalau spontan malah berhasil dilakukan. Pernah mengalami situasi demikian saat hendak melakukan sesuatu dengan orang lain? Banyak orang mengalaminya. Namun, ini sebenarnya bukan karena perencanaan itu tidak berguna. Yang terjadi adalah, saat masih ada waktu membuat rencana, orang menjadi terlalu banyak berekspektasi dan kadang ekspektasi itu beda dengan ekspektasi temannya. Selain ekspektasi, kekhawatiran juga sering membuat sebuah perencanaan gagal. Waktu perencanaan justru diisi dengan kekhawatiran bagaimana jika begini atau begitu. Dan akhirnya, kita pun menjadi takut, merasa tak siap, dan batal melakukannya. Sebaliknya, jika dilakukan dadakan atau spontan, kita tidak sempat memikirkan hal-hal itu.

Melakukan sesuatu secara dadakan atau spontan bisa berhasil untuk hal-hal tertentu atau di waktu-waktu tertentu. Namun, itu bukanlah cara yang bisa diandalkan, bahkan sangat riskan gagal. Yesus mengingatkan, tanpa perencanaan, kita bisa gagal di tengah jalan (Luk. 14:28). Ya, kita butuh rencana sebelum memulai sesuatu. Nah, sebelum rencana disusun, ada lagi satu hal yang harus kita lakukan. Start with why. Mulailah dengan menemukan alasan-alasan kenapa kita melakukan hal ini. Ketika kita bekerja sama dengan orang lain, menemukan dan menyepakati alasan kita melakukan sesuatu akan memuluskan langkah-langkah kita ke depan. Temukanlah hal-hal yang menyatukan Anda dan partner Anda dalam melakukan sesuatu tersebut. Ingatkan diri Anda dan dirinya tentang kesamaan itu saat perbedaan muncul di kemudian hari. Begitu pula saat Anda bekerja sendiri. Menemukan alasan kita melakukan sesuatu akan menjadi pelecut semangat saat nanti kita mulai menghadapi masalah yang bisa membuat putus asa.

Nas hari ini berkata: Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Baik dalam membuat rencana pribadi, apalagi rencana bersama orang lain, pastikan kita membuat janji dalam diri masing-masing. Janji itu dimulai dengan menemukan “why” atau alasan-alasan yang membuat kita mau melakukan hal itu. Selalu ingat “why” yaitu komitmen kita itu. • ARC

Sebelum memulai sesuatu, temukan dulu alasan Anda ingin melakukan hal itu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pray vs Prey

Desember 9, 2025

Pengkhianatan & Kesetiaan

Desember 9, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *