Let Go

RH Spirit Next 01 Maret 2026

Matius 10:1-15

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan
tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
Matius 10:14

 

Dua orang sama-sama harus bergegas mengikuti wawancara kerja. Sebut saja namanya Budi dan Tono. Tempat tinggal mereka nggak jauh. Satu area tapi beda RT. Dan kebetulan, keduanya sama-sama dapet panggilan wawancara kerja di tempat yang sama. Hari ini, ketika hendak berangkat, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Padahal, sebelumnya cuaca nampak cerah. Menghadapi situasi tersebut, keduanya ternyata punya respons yang berbeda. Budi langsung mengeluh: “Kenapa hujannya harus turun sekarang sih? Kenapa nggak nunggu nanti aku sampe di tempat wawancara dulu aja? Harusnya nggak usah hujan. Semesta begini amat ya ama gue. Nggak mendukung banget.” Di sisi lain, Tono menanggapi respons itu dengan lebih santai. Dalam hati ia berkata: “Hujan ya emang hujan. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah: buka payung, pake jas hujan, berteduh, atau jalan dengan cepat.”

Pada kenyataannya, kita sering kali ngerasa stres karna hal-hal yang nggak bisa kita kontrol. Dalam konteks di atas adalah cuaca. Ini jelas bukan hal yang bisa kita kontrol. Tapi anehnya, kita masih sering ngerasa stres saat cuacanya nggak bersahabat sama aktivitas kita. Konyol nggak? Inilah mengapa kita perlu membiasakan diri buat fokus pada apa yang bisa kita kendalikan dan “melepaskan” hal-hal yang emang nggak bisa kita kendalikan.

Yesus sendiri ngajarin prinsip yang sama pada murid. Saat ia mengutus para murid untuk memberitakan Injil, ada banyak pesan yang Ia sampaikan. Dan, salah satu pesan itu adalah meninggalkan orang-orang yang menolak mereka dan nggak mau mendengarkan Injil. Penolakan atau respons orang itu adalah hal yang nggak bisa dikontrol. Maka dari itu, lebih baik fokus pada yang mau mendengarkan Injil saja.

Apa hal-hal nggak bisa dikontrol yang sering kali jadi sumber stres? Biasanya ada dua, yakni opini atau pendapat orang lain dan masa lalu (penyesalan dan kesalahan). Lepaskan semuanya itu. Fokus saja pada apa yang masih bisa dikendalikan dan bisa diubah. Jangan sampai kita stress karena hal-hal yang memang udah nggak bisa diapa-apain. Sayangi pikiranmu. • Dn

Aku tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di laur. Tapi aku bisa mengendalikan apa yang terjadi di dalam.
Wayne Dyer – Penulis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fatherless Generation

Februari 6, 2026

Gen Z & Milenial

Februari 6, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *