Iman yang Kosong

Yakobus 2:14-26

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Yakobus 2:20

 

Kita diselamatkan hanya karena iman saja. Perbuatan kita tidak akan menambahkan apa-apa. Itulah yang dikatakan Paulus dalam Roma 3:28 (bdk. Rm 4:5). Namun, hari ini kita membaca pernyataan yang sepertinya bertentangan dengan hal itu. Yakobus justru mengatakan, iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong. Dalam terjemahan lain, bahkan dikatakan iman yang mati. Apakah ajaran yang Paulus dan Yakobus saling bertentangan? Apakah Alkitab memuat dua pengajaran yang saling kontradiktif? Tentu saja tidak. Kedua bagian Alkitab ini justru saling berkaitan dan melengkapi.

Meski sama-sama berbicara tentang iman, tapi kita harus bisa membedakan konteks pembahasan 2 surat ini. Dalam Roma, Paulus bicara tentang bagaimana keselamatan kita hanya bisa didapat dari iman kita anugerah Allah, bukan perbuatan kita. Sementara ketika Yakobus bicara tentang pentingnya perbuatan, ini adalah tentang apa yang kemudian harus kita lakukan setelah mengimani bahwa iman kita pada Tuhan itu telah membuat kita dibenarkan dan diselamatkan.

Jika kita mengaku percaya bahwa kita telah diselamatkan oleh Kristus, bahwa Yesus adalah Tuhan, bahwa Ia berkuasa atas segala hal, bahwa segala berkat adalah dari Dia, itu adalah iman kita. Namun, jika kita mengaku percaya bahwa Tuhan berkuasa tapi enggan mengandalkan Dia, kita mengaku jika Ia adalah Tuhan, tapi kita tidak mau menaati perintah-Nya, itulah iman yang kosong. Firman Tuhan pun dengan keras mengatakan, kepercayaan yang seperti itu sama seperti kepercayaan yang dimiliki oleh Iblis!

Ya, benar! Nyatanya, Iblis pun mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (Mrk. 1:24), bahwa Tuhan itu satu (Yak. 2:19). Bukankah itu sama seperti yang kita percaya dan imani? Lalu, apa bedanya kita dengan Iblis? Perbuatan kitalah yang membedakannya. Itulah sebabnya iman kita harus tercermin melalui perbuatan kita. Tidak cukup kita hanya berhenti pada meyakini bahwa Tuhan itu berkuasa saja, mari beranilah melangkah, bertindak, dan taat pada-Nya. • Arie

Iman kita harus tercermin dari perbuatan kita.

Kualitas Sahabat

Agustus 28, 2020

Bukan Hanya Tambahan Uang

Agustus 28, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *